Senin, 09 Agustus 2010

CANDI CETHA

              Di daerah lereng barat gunung Lawu sana ternyata ada sebuah Candi, Candi ini tidak terlalu terkenal  namun lumayan banyak lho pengunjungnya. Candi tersebut dikenal dengan Candi Cetha yang berada di Dukuh Cetha, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Propinsi Jawa Tengah.
Secara Astronomis letak Candi ini berada pada 111o 09’ 14”   BT dan 07o 35’ 48”  LS, ketinggiannya + 1.400 m dpl.
Ketika kita pertama masuk kita akan melewati sebuah tangga-tangga. Setelah kita masuk lebih kedalam lagi kita akan melihat disekitar candi terdapat banyak bangunan pendapa dari kayu. pendapa-pendapa itu mungkin digunakan sebagai tempat ibadah atau peristirahatan.
Keberadaan kompleks Candi Cetha ini pertama kali dilaporkan oleh Van der Wilis pada tahun 1842. Selanjutnya kekunoannya itu mendapat perhatian dari para ahli purbakala seperti W.F. Sutterheim, K.C. Crucq, N.J. Krom. A.J. Bernet Kempers, Riboet Darmosoetopo dkk. Pada tahun 1928 Dinas Purbakala telah mengadakan penelitian melalui ekskavasi, untuk mencari bahan-bahan rekontruksi lebih lengkap.
Kompleks di Candi Cetha ini terdiri dari 14 (empat belas) teras. Namun nyatanya hanya terdiri dari 13 (tiga belas) teras berundak yang tersusun dari barat ketimur, makin kebelakang makin tinggi dan dianggap paling suci. masing-masing halaman dihubungan oleh sebuah pintu dan jalan setapak yang seolah-olah membagi halaman teras menjadi dua.
Bentuk kompleks Candi Cetha ini mempunyai kesamaan dengan Candi Sukuh yaitu dibangun berteras sehingga mengingatkan kita pada punden berundak masa Prasejarah. Bentuk susunan bangunan semacam puri sangatlah spesifik dan tidak ditemukan pada kompleks candi lain di Jawa Tengah kecuali Candi Sukuh.
Di kompleks Candi Cetha ini banyak dijumpai arca-arca yang mempunyai ciri-ciri masa Prasejarah misalnya, arca yang kedua tangannya diletakkan di depan perut atau dada. sikap semacam ini menurut para ahli mengingatkan pada patung sederhana di daerah Bada, Sulawesi Tengah. Selain itu relief-relief menggambarkan adegan cerita Cuddhamala seperti di candi Sukuh dan relief-relief binatang seperti Kadal, Gajah, Kura-kura, belut dan Ketam.
Dibelakang candi ini terdapat Patung Dewi Saraswati. Dan disebelah kanannya terdapat sebuah mata air yang sangat jernih. dipercaya dapat membuat orang awet muda.
Pendirian candi Cetha ini dihubungkan dengan keberadaan prasasti yang berangka tahun 1373 Saka (1451 Masehi). Bedasarkan prasasti tersebut serta pengambaran figur binatang maupun relief dan arca yang ada, diperkirakan berasal pada abad ke 15 Masehi dari masa Majapatih akhir.
Bangunan utama pada kompleks candi Cetha terletak pada halaman paling atas / belakang. bentuk bangunan dibuat seperti Candi Sukuh dan ini merupakan hasil “pemugaran: pada akhir tahun 1970-an bersama dengan bangunan pendapa dari kayu. sangat disayangkan bahwa “pemugaran” terhadap candi Cetha ini tidak memperhatikan konsep arkeologi sehingga hasilnya tidak dapat dipertangungjawabkan secara ilmiah.
                                                                             sumber: mazda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

sampaikanlah apa yang seharusnya kamu sampaikan...!